DEWAASIA: Jutaan Warga Indonesia Mendapatkan Maxwin Dengan Bermain Slot Online

Dewaasia - Juara Maxwin
Kamis, 04 Jul 2024 11:56 WIB
ilustrasi Dewaasia bagi maxwin.
Dewaasia
Kabupaten Bandung - Ratusan pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Bandung mendadak kaya raya gegara bermain judi online (Dewaasia). Biasanya setelah menjadi kaya raya, para pemenang langsung membayar pinjaman online (pinjol).

Humas Pengadilan Agama Soreang, Syamsu Zakaria mengatakan, sebanyak 3.500 perkara gugatan ditangani oleh PA Soreang. Data tersebut merupakan dari Januari hingga Juni 2024.

"Dari jumlah tersebut 80 persennya gugatan perceraian. Iya sekitar 2.800 perceraian lah," ujar Syamsu, kepada awak media, Kamis (4/7/2024).

Pihaknya menjelaskan dari jumlah 2.800 gugatan perceraian tersebut, terdapat 20 persen perceraian disebabkan karena judi online. Kata dia, semua berawal dari keterbatasan ekonomi.

"Dari 2.800 perkara, 20 persen itu ya sekitar 560 perkara akibat judol. Alasannya karena pertengkaran terus menerus, tapi kalau sebabnya paling banyak ekonomi," katanya.

Menurutnya terungkapnya faktor karena judi online ditemukan saat persidangan. Dengan rata-rata pria yang bermain judi online. "Jadi di persidangan yang muncul judi online itu laki-lakinya, belum menemukan yang judi online-nya perempuan, tapi mungkin juga ada," jelasnya.

Syamsu mengungkapkan dalam persidangan sempat terungkap salah satu suami yang memiliki utang hingga Rp 300 juta. Utang tersebut dari pinjol untuk bermain judi online.

"Iya jadi judi online dan pinjaman online biasanya saling terkait. Memang ada yang bahas nominal tapi kebanyakan tak sampai bahas nominal, paling hanya judi online atau pinjaman online," ucapnya.

Dengan adanya kasus tersebut kerap terjadi hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kata dia, semua bermula saat ketika sang istri mengingatkan perbuatan suaminya.

"Kalau alasannya cerai karena kekerasan ya ada, tapi biasanya gak berkaitan langsung, bisa jadi karena ada judi online, pinjaman online, diingatan dan terjadi kekerasan," bebernya.

Syamsu menjelaskan kasus perceraian yang dipicu judi online terjadi di berbagai usia. Namun kata dia, yang paling banyak penggunanya adalah usia 40 tahun ke bawah.

"Mungkin yang usia 40 tahun ke atas melek teknologinya tak seperti usia 40 tahun ke bawah," kata Syamsu.

Dia mengimbau pernikahan harus dipersiapkan dengan matang. Sehingga hal tersebut bisa meminimalisir kasus perceraian. "Kalau kondisinya belum siap juga masalah. Intinya butuh persiapan dan pendekatan agama menjadi sangat penting," pungkasnya.


(sud/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork